Geomorfologi & Petrologi Dalam Kajian Penentuan Lokasi Sumber Erupsi Gunung Api Purba Di Pegunungan Selatan, DIY

Gunung api purba adalah gunung api yang pernah aktif pada masa lampau, tetapi sekarang sudah mati dan bahkan tererosi lanjut sehingga penampakannya tidak sejelas gunung api sekarang. Bentang alam yang dibangun batuan gunung api di Pegunungan Selatan Yogyakarta memperlihatkan bentang alam dataran, bergelombang, perbukitan – pegunungan. Bentuk bentang alam gunung api termanifestasi sebagai gumuk, khuluk, dan bregada. Bentuk bentang alam khas sebagai petunjuk lokasi sumber erupsi berupa bentuk yang menyerupai bulan sabit melingkupi batuan intrusi, kubah lava, dan leher gunung api. Untuk mengidentifikasi gunung api purba di Pegunungan Selatan Yogyakarta didasarkan prinsip geologi, dan tempat keluarnya magma ke permukaan bumi adalah gunung api. Sering batuan intrusi telah mengalami alterasi hidrotermal, sedangkan batuan yang melingkupi tersusun perselingan lava dan breksi piroklastika. Litologi batuan gunung api berkomposisi basal–riolit, sedangkan afinitas magmanya termasuk seri kapur alkali berasosiasi dengan subduksi busur kepulauan. Genesis bentang alam berkaitan dengan erupsi gunung api yang kemunculannya dikendalikan oleh struktur geologi. Perkembangan tubuh gunung api daerah ini diawali dengan volkanisme bawah muka air laut kemudian berkembang hingga muncul di permukaan air laut menjadi pulau laut.Berdasarkan analisis terpadu bentang alam dengan litologi dapat diidentifikasi lokasi–lokasi sumber erupsi gunung api purba. Lokasi–lokasi tersebut tercakup dalam kawasan gunung api purba Parangtritis–Sudimoro, Sumberkulon – Dengkeng, Baturagung, Karangdowo – Tawangsari, Gajahmungkur, Manyaran – Panggung, dan Batur.