Gunung Api Bawah Laut Berumur Tersier Di Barabai, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan

Kalimat pertama yang kutulis ini tertuju pada diriku sendiri karena penemuan batuan beku luar atau dikenal dengan batuan gunung api tersebut tersingkap tidak begitu jelas di pinggir jalan maupun di tengah perbukitan bagian selatan lembar Barabai. Batuan gunung api jenis lelehan tersebut tampak sedikit membentuk struktur bantal, bentuk individu membulat tidak begitu jelas, struktur radier juga tidak tampak bilamana kita tidak mencermati dengan terliti. Warna permukaan cukup gelap hingga tampak kehitaman, setelah dipecah tampak di dalamnya berwarna abu-abu gelap, tekstur afanit, struktur luar tampak membreksi (breksi otoklastika?), komposisi basal hingga andesit basal. Pertanyaan yang langsung muncul adalah bagaimana proses terjadinya, sehingga muncul di dalam kungkungan batuan berumur Kapur? Apakah ada hubungannya dengan pemekaran benua (bagian dari Sundaland?) pada saat itu, atau ada kaitannya dengan pembangunan busur kepulauan yang terkait dengan subduksi sesudah pemekaran? He..he masih banyak pertanyaan, dan jawabannya mungkin dapat didekati dengan hasil analisis laboratorium nanti. Di bagian lain, di desa Mo’ui tepatnya di depan pintu masuk Pengolahan air dan di halaman dalam, batuan gunung api tersebut tersingkap bersama dengan kelompok batuan yang menyusun formasi batuan berumur Tersier (?). Batuan tersebut terdiri dari konglomerat kuarsa dengan fragmen berdiameter satu cm hingga 10 cm, batugamping hancur atau terserpihkan dan banyak cangkang fosil hancur berwarna cerah, batulempung berwarna gelap, tak bereaksi dengan HCl, dan batupasir yang bereaksi lemah dengan HCl. Batupasir yang cukup keras ini tampak terkekarkan secara intensif dan mempunyai kemiringan relatif tegak.
Kemunculan lava berstruktur bantal di daerah ini penting dalam kaitannya dengan kegiatan gunung api awal dan berkembangnya pemikiran-pemikiran seperti disebut di atas maupun tektoniknya. Lebih jauh lagi dalam kaitannya dengan sumber daya mineral ekonomi yang kemungkinan dapat berkembang di daerah munculnya gunung api bawah laut. Perhatikan gambar batuan beku lelehan yang secara megaskopis dapat mirip dengan breksi, tampak bagian yang hancur menyudut tajam, tidak berpola, dan pecahan berukuran halus hingga kasar.