Lava bantal penyusun G. Genuk purba?

G. Genuk yang terletak di ujung utara Pulau Jawa atau tepatnya di Semenanjung G. Muria, Jawa Tengah menunjukkan banyak fenomena yang tentunya perlu pengkajian secara komprehensif. Artinya permasalahan yang ada atau singkatnya dari kajian dari kacamata ilmu gunung api harus dibuktikan juga dengan ilmu-ilmu alam lainnya. Penemuan gunung api monogenik di bagian baratdaya yang dicirikan dengan kenampakan bentang alam landai di antara bentang alam dataran yang umumnya dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai sawah, atau bukit soliter atau terisolir diluar kaldera kecil G. Genuk. Secara umum, singkapan aliran lava bantal ini serupa atau mirip dengan breksi autoklastika, warna bagian luar abu-abu kecoklatan dan bagian dalam berwarna abu-abu agak gelap hingga gelap, keadaan batuannya bertekstur afanitik hingga porfiritik halus hipokristalin, membentuk struktur bantal kurang sempurna, tersebar setempat, bagian luarnya memperlihatkan struktur breksi, aliran, terkekarkan dan beberapa memperlihatkan kekar pendinginan berbentuk radier, komposisi andesit hingga andesit basal. Lokasi ditemukannya lava bantal ini di dasar sungai Lamat atau di belakang tempat pertapaan Ratu Nyak Lamat atau sering disebut sebagai lokasi pariwisata karena kepercayaan mandi di kucuran air di sungai tersebut akan awet muda.
Secara stratigrafi gunung api, keberadaan aliran lava bantal ini di luar komplek G. Genuk dan tersingkap diantara endapan piroklastika berupa batutuf, batulapili dan breksi gunung api yang dihasilkan G. Genuk, sehingga ada kemungkinan batuan beku luar ini berumur lebih tua atau dapat disebut Genuk tua. Lava andesit basal ini merupakan fase awal pembangunan G. Genuk tua yang kemudian mati dan dilanjutkan oleh tumbuhnya G. Genuk di bagian utaranya seperti yang sekarang kita kenal.